Bismillah.
Diantara keyakinan Ahlus Sunnah adalah bahwa iman bisa bertambah kuat dan bisa juga melemah atau berkurang. Iman bertambah dengan ketaatan dan amal salih, sedangkan ia berkurang karena maksiat.
Diantara amal salih yang memperkuat iman adalah dengan membaca al-Qur’an dan merenungkan kandungannya. Di dalam al-Qur’an terkandung petunjuk dan bimbingan untuk menjalani kehidupan. Hidayah yang akan memisahkan antara kebenaran dengan kebatilan. Selain itu al-Qur’an juga membawa resep untuk mengobati berbagai macam bentuk penyakit hati dan kerusakan aqidah.
Allah berfirman (yang artinya), “Maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku niscaya dia tidak akan tersesat dan tidak pula celaka.” (Thaha : 123). Sahabat Ibnu Abbas menafsirkan ayat ini bahwa dengan membaca al-Qur’an dan mengamalkan isinya seorang akan selamat dari kesesatan di dunia dan terbebas dari kebinasaan dan kesengsaraan di akhirat.
Di dalam al-Qur’an juga terkandung dzikir yang menjadi sebab hidupnya hati. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan orang yang mengingat Rabbnya dengan orang yang tidak mengingat Rabbnya seperti perumpamaan orang hidup dengan orang yang sudah mati.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Iman juga akan menguat dengan menimba ilmu agama. Sebab dengan ilmu itulah ia akan mengenali jalan menuju surga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu (agama) maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
Iman akan semakin kuat dengan menjauhi segala bentuk kezaliman. Allah berfirman (yang artinya), “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri imannya dengan kezaliman (syirik) mereka itulah orang-orang yang diberikan keamanan dan mereka itulah orang-orang yang diberi petunjuk.” (al-An’am : 82)
Iman juga akan bertambah kokoh dengan selalu menjaga keikhlasan dalam beramal. Allah berfirman (yang artinya), “Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Rabbnya hendaklah dia melakukan amal salih dan tidak mempersekutukan dalam beribadah kepada Rabbnya dengan sesuatu apapun.” (al-Kahfi : 110)







Tinggalkan komentar