Bismillah.
Diantara yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita adalah bersemangat dalam kebaikan. Oleh sebab itu beliau pun mencontohkan kepada kita untuk berdoa kepada Allah setiap pagi setelah sholat Subuh meminta 3 hal; ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik, dan amal yang diterima.
Setiap pagi, siang, sore dan malam pun kita setelah sholat 5 waktu juga diajari untuk berdoa kepada Allah mohon ampunan. Setiap kali selesai sholat setelah salam, kita membaca istighfar 3 kali; astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah… Karena sesungguhnya kebutuhan kita kepada ampunan Allah sangatlah besar…
Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan maghfirah/ampunan Allah adalah Allah menutupi dosa itu dan menghapus bekas atau pengaruh buruk/hukuman atasnya. Demikian keterangan dari Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah.
Bahkan, di dalam sholat pun kita dianjurkan untuk berdoa memohon ampunan. Sebagaimana dalam bacaan ruku’ dan sujud. Begitu pula dalam bacaan doa yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu’anhu; yang berbunyi ‘Allahumma inni zholamtu nafsi dst’ di dalamnya pun terkandung permohonan ampun… faghfirlii; maka ampunilah aku ya Allah…
Hal ini mengisyaratkan kepada kita bahwa dosa-dosa kita dan kekurangan kita dalam menunaikan kewajiban sangatlah banyak. Tidak boleh kita merasa jumawa dengan kebaikan dan amal yang telah kita kerjakan. Sebab itu semuanya pada hakikatnya adalah taufik dari Allah dan pertolongan dari-Nya.
Selain itu, doa-doa di atas juga menunjukkan bahwa kebutuhan kita kepada ilmu dan amal adalah kebutuhan yang sangat urgen. Ilmu tanpa amal membuahkan kemurkaan Allah, sedangkan amal tanpa ilmu menyeret pada kesesatan. Oleh sebab itu setiap rakaat kita berdoa kepada Allah dalam surat al-Fatihah meminta petunjuk jalan yang lurus/shirothol mustaqim; jalan yang menggabungkan antara ilmu yang bermanfaat dan amal salih. Inilah jalan orang yang diberi nikmat.
Bukan berhenti pada itu saja, bahkan setiap rakaat dalam sholat pun kita selalu diajari untuk memuji Allah dengan penuh cinta dan pengagungan. Yaitu dalam kalimat alhamdulillah…; Segala puji bagi Allah. Ini adalah ucapan syukur kepada Allah. Tidak kurang dari 17 kali dalam sehari-semalam kita membacanya.
Ini semuanya mengisyaratkan kepada kita bahwa kehidupan dan hari-hari kita tidak akan baik kecuali dengan panduan ilmu, dengan hidayah Allah, dengan bersyukur, dengan istighfar, dengan doa, dengan amal salih, dan dengan istighfar dari segala bentuk dosa… Dan itu semuanya telah terrangkum dalam sebuah kata, yaitu ‘ibadah’.
Artinya, hidup ini akan menjadi berarti dengan ibadah -dengan makna yang luas-. Tanpa ibadah kepada Allah hidup hanya membuahkan penyesalan, penderitaan dan kesengsaraan berkepanjangan. Waktu demi waktu yang dilalui hanya akan menambah tumpukan dosa dan keburukan.
Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, “Wahai anak Adam, sesungguhnya kamu ini adalah kumpulan perjalan hari demi hari. Setiap hari berlalu maka itu artinya telah lenyap sebagian dari dirimu.”
Disusun dari meja Ketua YPIA, Pogungrejo – Yogyakarta








Tinggalkan komentar